Rabu, 25 Maret 2015

Tema: Loyalitas


Aku padamu

Aku berdiri tegak.....
Layaknya tiang bendera
Dikerumuni nyawa-nyawa yang beraneka warna
Dikerumuni suara-suara yang melengking di telinga
Diguyur hujan yang marah
Diguyur konflik yang menghadang layaknya karang penghalang ombak
Tapi aku tak serapuh ranting-ranting pohon

Aku mengikuti.....
Layaknya bendera kebangsaan
Yang dinaikkan dan diturunkan menyerupai timba
Tak pernah menolak tangan-tangan kekar yang mengangkatku
Tak pernah jua menepis jari-jari manis yang menyentuhku
Aku menikmati setiap hipnotisnya
Terbuai akan celoteh janji-janjinya

Aku bertahan.....
Layaknya bendera di atas tiang
Menahan segala tekanan gaya
Menahan segala rambatan longitudinal
Berpegang teguh pada lilitan tua
Sehingga topan tak mampu menghempaskanku
Menolak rayuan sepoi-sepoi
Menghardik lalat-lalat yang berusaha mengerumuni tubuhku

Aku menerima.....
Layaknya pengemis di jalanan
Lesung pipiku selalu terangkat sehingga bibirku seperti perahu
Karena mengeluh adalah bom mematikan bagiku
Karena menyerah adalah hukuman pancung bagiku

Oleh: Meisa Isnaini 
18 Maret 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar